A Foolosopher’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Indonesiaku …

leave a comment »

Indonesia adalah sebuah bangsa, bangsa bagi dua ratus juta jiwa manusia, bangsa besar yang banyak setan bringas.

Indonesia adalah tanah yang subur, tanah yang membuat banyak bangsa iri. Tanah yang sekarang tak berarti bagi bangsanya sendiri.

Indonesia adalah negeri yang indah, indah dilihat dengan mata telanjang, indah dilihat tanpa manusia rakus.

Indonesia adalah sebuah bahasa, bahasa yang dinamis dan terus bermetamorforsa. Bahasa yang terus berubah dari generasi ke generasi karena globalisasi.

Indonesia adalah rumahku, rumah dimana aku lahir, rumah dimana aku punya mimpi, rumah yang membuatku seperti ini, rumah tempatku kembali sejauh apapun aku pergi ..

Written by afoolosopher

March 26, 2009 at 2:17 pm

Posted in Uncategorized

Sepotong Daging Babi

with one comment

Sejumlah pihak masih bertanya-tanya, mengapa daging babi haram? Mengapa tidak diperbolehkan makan daging yang lembut dan enak ini?Ada yang bilang karena di dalam daging babi terdapat cacing pita. Alasan lain karena tekstur daging babi sama dengan daging manusia, jadi jika manusia memakannya maka sama saja manusia memakan manusia.

Babi sebelum dipotong

Babi sebelum dipotong

Well, di luar alasan-alasan itu,bagi sejumlah orang intinya daging babi tidak boleh dimakan. Namun, mari kita kembali ke realitas sosial, dimana antara pemakan dan bukan pemakan daging babi seringkali saling memunafikkan. Pemakan berkata ”apa yang salah dengan daging babi, ini hanyalah sebuah benda mati, yang haram bukanlah apa yang kita masukkan ke dalam mulut, tetapi lebih kepada apa yang kita keluarkan dari mulut kita.” Intinya apa yang salah dengan memakan babi? Selama kita tidak menyakiti manusia dengan fitnah, selama kita tidak berkata bohong …

Apa orang yang tidak memakan babi dan memfitnah orang lain lebih baik daripada orang yang memakan babi dan berbuat baik? Mari kita pikirkan kembali tentang makna sepotong daging babi. Tidak semua pemakan babi adalah orang jujur, tidak semua bukan pemakan babi suka berkata bohong. Ini hanyalah sebuah cerita untuk mengilustrasikan bagaimana terkadang manusia tidak melihat perbedaan di luar dirinya.

Written by afoolosopher

March 26, 2009 at 1:54 pm

Posted in Tought

Manusia dan Berbagai Pemikiran Tentang Tuhan

leave a comment »

Manusia, Tuhan dan dunia ini tidak bisa dipisahkan. Ada orang yang percaya Tuhan, ada pula yang tidak. Beberapa hari lalu saya mendengar, entah itu dari radio atau televisi, saya lupa. Namun, siaran itu kira-kira berkata seperti ini “konsep surga dan neraka diciptakan pada masa kekaisaran romawi untuk membuat masyarakat patuh.” Dari kalimat tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa surga dan neraka hanya ciptaan manusia saja. Namun, fakta yang sebenarnya mengenai kedua tempat paska kematian itu hanya ada di hati kita masing-masing.

Read the rest of this entry »

Written by afoolosopher

October 5, 2008 at 5:45 pm

Posted in Tought

Coretan Lebaran

leave a comment »

Lebaran hari ini tidak terasa seperti lebaran. Seketika teringat ucapan “kemenangan itu hanya untuk orang yang sabar”. Jadi kalo gak pernah ngerasa sabar,, ya gak bakal ngerasa nikmatnya kemenangan?! Analoginya sama kaya kasus lebaran, jika gak berpuasa dan bersabar selama bulan ramadhan ,, ya lebarannya gak bakal terasa nikmat.

Tapi apa iya cuma sebatas itu? Rasanya tidak, karena beberapa tahun lalu, walaupun gak puasa, tetap saja lebaran terasa begitu menyenangkan. Apakah pemaknaan terhadap lebaran telah berubah? Silaturahmi dan komunikasi tatap muka dirasa pilihan kedua karena tersedianya alternatif komunikasi melalui sms dan telepon. Gak pulang kampung pun gak masalah karena toh bisa telepon. Mending uangnya dibelikan baju baru daripada buat biaya transportasi yang naik hingga dua kali lipat.

Apa iya begitu? Jika jaman kecil dulu banyak orang menghabiskan malam takbiran di mesjid, kita tidak lagi. Orang banyak berkumpul di mall, berbelanja dan menghabiskan malam disana. Ini cuma coretan, jangan digeneralisasi. Any way, Selamat Lebaran!

Written by afoolosopher

October 5, 2008 at 12:19 pm

Posted in Tought

Tidak Bisa Jadi Jurnalis Karena Mentog di Tinggi Badan

leave a comment »

Konsep citizen journalism memberikan kesempatan kepada semua orang untuk menjadi jurnalis. Tetapi, sepertinya konsep itu hanya berlaku di media cetak, online dan radio, dimana seorang ‘jurnalis’ bisa menyampaikan berita tanpa memperlihatkan fisiknya, atau lebih tepatnya, bentuk tubuhnya.

Selama belajar jurnalistik, atau saat membaca buku jurnalistik, saya tidak pernah menemukan pendapat, pernyataan, hipotesis atau bahkan aksioma yang menyatakan jika seorang ‘jurnalis’ harus cantik, berbadan tinggi dan berpenampilan menarik. Namun, pada kenyataanya, jika ingin menjadi jurnalis di TV, syarat-syarat itu harus terpenuhi.

Read the rest of this entry »

Written by afoolosopher

September 20, 2008 at 10:43 am

Posted in Tought

Tagged with ,

Justice and Injustice

with one comment

Who wants to be poor? Nobody! Being poor are being sacrificed by the less poor societies. Injustice might be the core of all problems on earth. Once I though about injustice, I remember about the binary system. Injustice is the complementary of justice. So, the world is just half of the world if it is just consist one of them, injustice and justice. Then, I though if that is so, world will never free from poverty as is complement the existence of wealth. And I think so, the injustice will continuing to exist till the end of the world. If there are no injustice and justice, there will be no wrong and right and there is no heaven and hell.

Written by afoolosopher

May 2, 2008 at 9:28 am

Posted in Tought

Chapter 4: Commons among the Wired

leave a comment »

The Future of Ideas

By Lawrence Lessig

Wired adalah sebutan bagi mereka-mereka yang terkoneksi, atau bisa berarti semua hal yang digital. Wired juga merupakan sebutan bagi mereka-mereka yang mengerti potensi yang dimiliki suatu tempat bernama ”cyberspace” dan yang membuat potensi-potensi itu menjadi kenyataan. Jika masih ada grup yang disebut “connected”, mereka adalah orang-orang yang membangun dan membangun kembali internet sampai kepada bentuknya yang sekarang, bab keempat dari buku Lawrence Lessig, The Future of Ideas, adalah tentang mereka, about the commons among them, and about the commons built.

Read the rest of this entry »

Written by afoolosopher

April 17, 2008 at 9:48 am

Siapa yang kamu dengar? Malaikat atau Setan?

leave a comment »

Bagi sebagian mahasiswa download menjadi rutinitas yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari download yang bersifat akademis seperti download tugas kuliah, materi kuliah dsb, sampai download yang bersifat non-akademis misalnya musik, software, bahkan film. Tetapi, apakah download itu legal?

Read the rest of this entry »

Written by afoolosopher

April 17, 2008 at 9:43 am

Kita Melawan Mereka?

leave a comment »

Bab 3 dari buku karangan Rochester, Pirate of Digital Millenium, mengangkat isu pembajakan dan pelanggaran hak cipta. Perkembangan teknologi dan era digitalisasi telah membuat dua isu tersebut semakin marak dan kompleks.

Di awal bab ada cerita tentang seorang deejay modern yang memainkan musik di sebuah pesta perkawinan. Musik yang dimainkan bukan berasal dari CD atau gesekan piringan hitam, melainkan kumpulan sekitar 3000 lagu (MP3) yang diputar di laptop dengan software keren untuk menyatukannya dalam playlist. Jika ada hadirin yang me-request lagu, maka deejay tinggal menempatkan lagu tersebut di playlist dan kemudian lagu itu akan secara otomatis melantun setelah lagu yang sedang diputar habis. Kebahagiaan dalam pesta tehenti saat empat laki-laki berjaket hitam dan bertulsikan RIAA datang. Mereka menawan deejay beserta laptopnya.

Read the rest of this entry »

Written by afoolosopher

April 7, 2008 at 10:15 am

Ketahanan Individu di Era Globalisasi 3.0

leave a comment »

Bagi bangsa eropa, abad ke-15 merupakan abad penuh sejarah. Pada abad ini orang mulai percaya bahwa bumi itu bulat. Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat, jika kita ingin ke timur kita bisa mencapainya melalui barat. Asumsi inilah yang kemudian meyakinkan Christopher Columbus bahwa dengan berjalan ke barat ia bisa mencapai India yang ada di timur. Secara geomorfologis bentuk bumi memang tetap bulat. Tetapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seolah-olah membuat bumi menjadi datar.

Read the rest of this entry »

Written by afoolosopher

April 7, 2008 at 10:14 am