Kita Melawan Mereka?
Bab 3 dari buku karangan Rochester, Pirate of Digital Millenium, mengangkat isu pembajakan dan pelanggaran hak cipta. Perkembangan teknologi dan era digitalisasi telah membuat dua isu tersebut semakin marak dan kompleks.
Di awal bab ada cerita tentang seorang deejay modern yang memainkan musik di sebuah pesta perkawinan. Musik yang dimainkan bukan berasal dari CD atau gesekan piringan hitam, melainkan kumpulan sekitar 3000 lagu (MP3) yang diputar di laptop dengan software keren untuk menyatukannya dalam playlist. Jika ada hadirin yang me-request lagu, maka deejay tinggal menempatkan lagu tersebut di playlist dan kemudian lagu itu akan secara otomatis melantun setelah lagu yang sedang diputar habis. Kebahagiaan dalam pesta tehenti saat empat laki-laki berjaket hitam dan bertulsikan RIAA datang. Mereka menawan deejay beserta laptopnya.
Deejay ditahan karena melanggar dua peraturan, yaitu mengunduh musik yang memiliki hak cipta tanpa membayar royalti dan menggunakan musik dalam acara publik tanpa mempunyai hak untuk melakukannya. Walaupun cerita di atas fiksi, tetapi dapat dilihat adanya konflik antara downloaders versus industri musik.
Konflik tersebut digambar Rochester dalam satu kalimat yang menjadi judul bab ini, yaitu Us Against Them? Atau dalam bahasa kita berarti Kita Melawan Mereka. Lalu, siapa Us dan siapa Them? Us diargumentasikan, termasuk di dalamnya sengaja atau tidak, adalah men-downloaddownload. musik, film, permainan dan piranti lunak tanpa izin, pengganda CD, perusahaan yang menyalahgunakan lisensi piranti lunak, pemalsu piranti lunak dan konten, distributor dan agen yang memperdagangkan materi yang diperoleh dari hasil pelanggaran hak kekayaan intelektual, dan mungkin semua orang yang menggunakan KaZaA untuk men-
Sedangkan them terdiri dari beberapa camp:
Camp A, adalah mereka yang memiliki derajat “themness” paling tinggi. Dengan kekuasaan dari para anggotanya, mereka mengejar “us”. Camp A termasuk:
· RIAA (Recording Association of America), mempuyai 1000 label sebagai anggota. Lima di antaranya adalah BMG, EMI, Sony, Universal Music dan Warner Brothers yang menguasai 75% industri musik.
· The Motion Pictures Association of America (MPAA) adalah kelompok pelobi yang juga sebagai kelompok pendukung untuk penegakan hukum.
· BSA adalah sebuah asosiasi perusahaan dari Adobe Systems sampai Symantec. BSA memperoleh uang dari para anggotanya, denda lisensi software dan uang yang didapat dari memenangkan kasus pelanggaran lisensi dan pembajakan software di pengadilan.
Camp B, adalah penyedian konten. Di antaranya seperti Disney, Sony dan Microsoft.
Camp C, adalah penyedia teknologi. Baik piranti lunak atau perangkat keras, seperti pemutar MP3, Memory Sticks, jaringan tanpa kabel, sistem internet broadband, dan CD Burners. Yang termasuk camp C: Microsoft, Apple, AOL, Sony yang juga merupakan anggota dari camp A dan B.
Camp D, adalah penyedia layanan internet. Memainkan peran menengah bagi camp A melalui camp C dan pembajak. Karena tanpa tersedianya layanan internet pembajak tidak bisa men-download apapun dari internet.
Camp E, adalah politisi dan pengadilan. Mereka merupakan arbiter dari kehidupan modern yang selalu mencari cara terburuk untuk menangani perubahan teknologi yang cepat.
Us againts Them menggambarkan konflik kepentingan antara industri baik rekaman atau softwaredownload. Tarif yang mahal terhadap produk yang dijual oleh pembuat industri membuat para pen-download menggunakan cara ilegal untuk mendapatkannya.