A Foolosopher’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Siapa yang kamu dengar? Malaikat atau Setan?

leave a comment »

Bagi sebagian mahasiswa download menjadi rutinitas yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari download yang bersifat akademis seperti download tugas kuliah, materi kuliah dsb, sampai download yang bersifat non-akademis misalnya musik, software, bahkan film. Tetapi, apakah download itu legal?

Bab 9 dari buku berjudul Pirates of the Digital Millenium karangan Gantz dan Rochester membahas tentang legal atau tidaknya download. Siapa yang sebenarnya menjalankan pembajakan digital? Teknologi atau manusia? Teknologi seperti MP3 Player, MPEG4 software, DVD Burners, dan Disk berkapasitas multigiga adalah teknologi yang dapat digunakan untuk membuat proses download semakin mudah. Jika kita mengikuti kata setan, maka download itu sah-sah saja. Toh memang teknologi ada untuk itu.

Namun, apabila kita lebih mendengar bisikan malaikat, maka kita dilarang untuk men-download karena melanggar hak cipta orang lain. Dan jika ketahuan bisa kena hukuman dan berbagai sangsi yang berat. Motivasi seseoranh untuk men-download tidak sederhana, di antaranya dipengaruhi oleh budaya, sikap terhadap perusahaan besar, kemalasan, kenyamanan, dan perasaan benar atau salah.

Di setiap survey atau diskusi fokus grup yang diadakan oleh penulis ini, jawaban mayoritasnya adalah download itu legal. Tetapi tidak pernah ada suara mutlak bahwa download itu legal. Tetap saja ada orang yang mengganggap download sebagai perbuatan yang salah. Yang ingin dibahas dalam bab ini bukan bahwa download itu salah atau tidak, tetapi lebih kepada sesalah apakah (how wrong) tindakan men-download itu? Karena faktanya, kebanyakan orang mengetahui bahwa download itu salah tetapi tetap melakukannya.

Untuk mengetahui seberapa salah, dilakuakan survey yang memberikan sejumlah indicator dari mulai “most wrong” dan “least wrong”, dan download mendekati “least wrong”. Dari survey tersebut dapat disumpulkan bahwa dibandingkan tindakan-tindakan lain seperti mencuri atau menyontek saat ujian, maka download bukanlah tindakan yang terlalu salah.

Ada kebingungan etis dalam menyikapi isu download. Sebagian responden yang disurvey menganggap download bukan lah tidakan yang tidak etis. “Everyone is, why shouldn’t I? Semua orang melakukannya, kenapa saya tidak? Toh kemungkinan untuk ketahuan bahwa kita men-download secara illegal itu sangat kecil sekali. Teknologinya sudah ada kenapa tidak dimanfaatkan?

Etis atau tidaknya men-download itu kembali lagi ke faktor individu, karena digital piracy is the result of decision, dan keputusan individu dipengaruhi oleh banyak faktor yang telah disebutkan di atas, dan masalah etis atau tidaknya itu juga merupakan konstruksi sosial. Jadi, siapa yang lebih kamu dengar? Malaikat atau setan? Jika malaikat maka jangan men-download!

Referensi:

Pirates of the Digital Millennium (Gantz and Rochester)

Chapter 9

Angel on My Shoulder: What’s in it For Me?

Page: 227-232

Written by afoolosopher

April 17, 2008 at 9:43 am

Leave a Reply