Archive for the ‘Tought’ Category
Sepotong Daging Babi
Sejumlah pihak masih bertanya-tanya, mengapa daging babi haram? Mengapa tidak diperbolehkan makan daging yang lembut dan enak ini?Ada yang bilang karena di dalam daging babi terdapat cacing pita. Alasan lain karena tekstur daging babi sama dengan daging manusia, jadi jika manusia memakannya maka sama saja manusia memakan manusia.
Babi sebelum dipotong
Well, di luar alasan-alasan itu,bagi sejumlah orang intinya daging babi tidak boleh dimakan. Namun, mari kita kembali ke realitas sosial, dimana antara pemakan dan bukan pemakan daging babi seringkali saling memunafikkan. Pemakan berkata ”apa yang salah dengan daging babi, ini hanyalah sebuah benda mati, yang haram bukanlah apa yang kita masukkan ke dalam mulut, tetapi lebih kepada apa yang kita keluarkan dari mulut kita.” Intinya apa yang salah dengan memakan babi? Selama kita tidak menyakiti manusia dengan fitnah, selama kita tidak berkata bohong …
Apa orang yang tidak memakan babi dan memfitnah orang lain lebih baik daripada orang yang memakan babi dan berbuat baik? Mari kita pikirkan kembali tentang makna sepotong daging babi. Tidak semua pemakan babi adalah orang jujur, tidak semua bukan pemakan babi suka berkata bohong. Ini hanyalah sebuah cerita untuk mengilustrasikan bagaimana terkadang manusia tidak melihat perbedaan di luar dirinya.
Manusia dan Berbagai Pemikiran Tentang Tuhan
Manusia, Tuhan dan dunia ini tidak bisa dipisahkan. Ada orang yang percaya Tuhan, ada pula yang tidak. Beberapa hari lalu saya mendengar, entah itu dari radio atau televisi, saya lupa. Namun, siaran itu kira-kira berkata seperti ini “konsep surga dan neraka diciptakan pada masa kekaisaran romawi untuk membuat masyarakat patuh.” Dari kalimat tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa surga dan neraka hanya ciptaan manusia saja. Namun, fakta yang sebenarnya mengenai kedua tempat paska kematian itu hanya ada di hati kita masing-masing.
Coretan Lebaran
Lebaran hari ini tidak terasa seperti lebaran. Seketika teringat ucapan “kemenangan itu hanya untuk orang yang sabar”. Jadi kalo gak pernah ngerasa sabar,, ya gak bakal ngerasa nikmatnya kemenangan?! Analoginya sama kaya kasus lebaran, jika gak berpuasa dan bersabar selama bulan ramadhan ,, ya lebarannya gak bakal terasa nikmat.
Tapi apa iya cuma sebatas itu? Rasanya tidak, karena beberapa tahun lalu, walaupun gak puasa, tetap saja lebaran terasa begitu menyenangkan. Apakah pemaknaan terhadap lebaran telah berubah? Silaturahmi dan komunikasi tatap muka dirasa pilihan kedua karena tersedianya alternatif komunikasi melalui sms dan telepon. Gak pulang kampung pun gak masalah karena toh bisa telepon. Mending uangnya dibelikan baju baru daripada buat biaya transportasi yang naik hingga dua kali lipat.
Apa iya begitu? Jika jaman kecil dulu banyak orang menghabiskan malam takbiran di mesjid, kita tidak lagi. Orang banyak berkumpul di mall, berbelanja dan menghabiskan malam disana. Ini cuma coretan, jangan digeneralisasi. Any way, Selamat Lebaran!
Tidak Bisa Jadi Jurnalis Karena Mentog di Tinggi Badan
Konsep citizen journalism memberikan kesempatan kepada semua orang untuk menjadi jurnalis. Tetapi, sepertinya konsep itu hanya berlaku di media cetak, online dan radio, dimana seorang ‘jurnalis’ bisa menyampaikan berita tanpa memperlihatkan fisiknya, atau lebih tepatnya, bentuk tubuhnya.
Selama belajar jurnalistik, atau saat membaca buku jurnalistik, saya tidak pernah menemukan pendapat, pernyataan, hipotesis atau bahkan aksioma yang menyatakan jika seorang ‘jurnalis’ harus cantik, berbadan tinggi dan berpenampilan menarik. Namun, pada kenyataanya, jika ingin menjadi jurnalis di TV, syarat-syarat itu harus terpenuhi.
Justice and Injustice
Who wants to be poor? Nobody! Being poor are being sacrificed by the less poor societies. Injustice might be the core of all problems on earth. Once I though about injustice, I remember about the binary system. Injustice is the complementary of justice. So, the world is just half of the world if it is just consist one of them, injustice and justice. Then, I though if that is so, world will never free from poverty as is complement the existence of wealth. And I think so, the injustice will continuing to exist till the end of the world. If there are no injustice and justice, there will be no wrong and right and there is no heaven and hell.
